Ini adalah kelanjutan dari cerbung remaja "Selamanya Bersamamu" enjoy-in aja ya >>
Hari ini adalah hari yang sangat melelahkan.Tanpa
berpikir panjang,aku langsung menjatuhkan tubuhku di atas tempat tidurku.Tujuh
jam di sekolah bagiku seperti 24 jam saja.Apalagi sekarang aku sekelas sama
orang rese’ kaya Dera.”Dera..Hmmm..nama yang bagus..Tapi tak sebagus kelakuan
pemilik nama itu..”pikirku.Mungkin karena kelelahan,aku mulai
tertidur.”Binta..Cepet bangun!”.Suara itu membuatku terbangun dari mimpi
indahku.”Apaan sih,lagi enak-enak mimpi kok dibangunin segala.”gerutuku.”Binta!”teriak
Mamaku lagi.”Iya,Ma..Binta ke sana.”kataku.Aku pun bergegas menuju dapur
sebelum teriakan Mamaku membuat telingaku ngilu.”Ada apa Ma?”tanyaku dengan
nada malas.”Tolong kamu beliin gula di warung dekat rumah.”perintah Mama.”Hmm..Iya
ma ..”kataku sambil berjalan lesu keluar rumah.Aku langsung pergi ke warung
yang jaraknya hanya empat rumah dari rumahku.
Beberapa langkah dari warung itu,tiba-tiba..”Breeakk”.”Aduh-aduh
maaf gue ga sengaja”kata seseorang yang menabraku.Lututku lecet sehingga darah segar
benar-benar keluar.Aku hanya merintih kesakitan sambil memegangi lututku itu.”Lo
ga apa-apa kan?”tanyanya.Saat aku menoleh
ke wajahnya”Lo lagi,Dera?!”kataku setengah berteriak.”Maaf,gue ga
sengaja.Tadi gue pikir ga ada orang,lagian lo muncul tiba-tiba sih ..”katanya.Aku
mencoba berdiri dan dia hendak membantuku.”Ga perlu.Gue bisa sendiri.”sergahku.”Kalau
naik sepeda pake mata dong,masa orang segede gini lo ga bisa liat?”ucapku
sembarang.Tanpa mendengarkanku dia langsung berlari ke warung tadi.Dengan kaki
yang sakit aku langsung pergi meninggalkan gulaku yang berceceran di jalanan
akibat insiden itu.Saat beberapa langkah ”Tunggu-tunggu.”teriak Dera.Aku tak
menggubrisnya.”Lo tuli ya?”teriaknya lagi.Kalimat itu berhasil membuat telingaku
semakin panas.Akupun menghentikan langkahku.”Apa lagi sih?”kataku sangsi.Melihatku
berhenti,Dera langsung berlari ke arahku.”Nih,gue udah berbaik hati beliin lo plester,dan
gulanya sekalian.”katanya dengan lagak sok baik,dia memasangkan plester ke
lututku.Aku hanya diam saja tanpa melihat wajahnya.”Udah,,Lo mau gue anterin
gak?”katanya.”Nggak perlu gue bisa pulang sendiri.Makasihh..”kataku sewot.
Saat tiba di rumah,”Ma..Binta udah pulang.”teriaku.Saat
mama melihatku,air muka Mama terlihat sangat khawatir.”Ya Ampun Binta..Kamu
kenapa?”tanya mamaku sambil memegang lututku.”Aduh..Nggak apa-apa kok ma,tadi
ada orang yang gak sengaja nabrak aku pake sepeda.”jelasku.”Pantes aja kamu
lama banget.Tapi kamu nggak apa-apa kan sayang..?”tanya Mamaku.”Nggak kok..Ini
Ma,gulanya..”kataku sambil memberikan gula ke Mama.”Yaudah kamu mandi dulu
gih,udah sore.”suruh Mamaku.”Oke,Mamaku yang bawel..hehe.”gurauku.Aku bergegas
menuju kamar mandi.
Hari ini,cerah banget.Berhubung lututku masih sakit,hari
ini aku diantar sama Papaku.Hal yang kukhawatirkan benar-benar terjadi.Gea
melihatku berjalan dengan kaki pincang.Sontak saja dia langsung berlari ke
arahku dengan mata yang masih melotot
melihat kaki kananku.”Lutut kamu kenapa Bi?”tanya Gea.”Oh,ini..nggak apa-apa
kok.”jawabku sambil cengengesan.”Kamu habis jatuh ya?”tanya Gea,tetapi lebih
tepatnya introgasinya yang pertama.”Kemarin sore ada orang yang nggak sengaja
nabrak aku.”jelasku.”Apa?Beneran Bi?Orangnya pake truk atau mobil?”tanyanya
dengan kening yang berkerut.”Ya nggak lah kalau truk yang nabrak aku..Wasalam
..”kataku sedikit kesal.”Hehe..Just kidd tuan putriku..”rayunya lagi.”Yaudah
deh,aku pergi ke kelas dulu ya..Da...”kataku sambil melambaikan tangan.Tiba-tiba
tangganya menghalagi langkahku.”Eits,berhubung sohib kamu ini baik hati,aku
bawain tas kamu deh.”kata Gea antusias.”Hmm..okelah”.Aku langsung memberikan
tas ku kepada Gea.Kami bergegas menaiki satu per satu anak tangga yang panjang
itu.Sesekali sahabat terbaiku ini memegang lenganku untuk membantuku berjalan.Setelah
tiba di kelasku,Gea langsung menaruh tasku di bangkuku.”Makasih ya Gea,kamu
baik banget..”kataku seperti anak kecil.”Oke,sama-sama..Aku balik ke kelas dulu
ya..”katanya.
To be Continue
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berkomentarlah sewajarnya .. Thanks